Translate

Tampilkan postingan dengan label JAPAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JAPAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Februari 2013

Belajar bahsa jepang #POla kalimat dasar

Pola Kalimat Dasar

Belajar struktur pola kalimat dalam Bahasa Jepang. Subjek, predikat, objek, keterangan.
Susunan kalimat dalam Bahasa Jepang berbeda dengan Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Dalam Bahasa Jepang, predikat diletakkan di akhir kalimat.

Subjek - Objek - Predikat


Watashi wa hon o yomimasu.
わたし  は  ほん を  よみます。
Saya membaca buku.

Subjek : Watashi.  (wa adalah kata bantu.
Objek : hon (buku)
Predikat : Yomimasu (membaca)

Partikel を o adalah untuk menghubungkan objek (kt benda) dengan kt kerja (predikat)
Lala-san wa tegami o kakimasu.
ララさん は てがみ を かきます。
Lala menulis surat.
Otoosan wa tabako o suimasu ka.
おとうさんはたばこをすいますか。
Apakah ayahmu menghisap rokok?
Hai, suimasu.
はい、すいます。
Ya, menghisap (rokok).

#Untuk membuat menjadi negatif, rubah akhiran -masu menjadi -masen.
Iie, suimasen.
いいえ、すいません。
Tidak, tidak menghisap (rokok)

Berikut adalah pola kalimat yang lebih lengkap, secara umum :

Subjek - (keterangan waktu) - (keterangan tempat) - Objek - (kt bantu) - Predikat
Okāsan wa asa resutoran de pan o sukoshi tabemasu.
Ibu pagi hari di restoran makan sedikit roti.
Subjek        : Okāsan
Ket waktu   : asa  (pagi)Ket tempat :  resutoran de (di restoran)
Objek         : pan  (roti)
Kata bantu  : sukoshi (sedikit)
Predikat      : tabemasu (makan)

tata bahasa dasar

Tata bahasa awal dari Bahasa Jepang. Belajar tentang partikel WA, DESU, DEWA ARIMASEN dll, dan cara menggunakannya.

.... WA ...... DESU.
....  は  ...... です
Partikel WA (ditulis dengan ha は dalam hiragana), adalah kata bantu subjek.
DESU です adalah bentuk positif yang digunakan untuk membuat sebuah ucapan menjadi formal. (huruf u biasa tidak disuarakan)
Watashi wa gakusei desu.
Saya (adalah) siswa.
Anata wa sensei desu.
Kamu (adalah) guru.
.... WA .... DEWA/JA ARIMASEN
.... は ..... では / じゃありません
DEWA ARIMASEN (bisa juga DE ARIMASEN atau JA ARIMASEN) adalah bentuk negatif (menyangkal) dari DESU, sama artinya dengan "bukan"
Yoshida-san wa shachō dewa/ja arimasen.
Tuan Yoshida bukan direktur.
Watashi wa Yamada dewa/ja arimasen.
Saya bukan Yamada.
.... WA .... DESHITA
....  は  ....  で し た
.... WA .... DEWA ARIMASEN DESHITA
..... は ..... で は あ り ま せ ん で し た

DESHITA adalah bentuk lampau dari DESU, berarti "dulunya adalah, mantan, bekas"
DEWA/JA ARIMASEN DESHITA adalah bentuk lampau dari DEWA/JA ARIMASEN, berarti "dulunya bukan, bukan mantan"
Anohito wa isha deshita.
Dia mantan (dulunya) dokter.
Kore wa gakkō dewa arimasen deshita.
Ini bukan bekas sekolah.

Rangkuman
Watashi wa ten-in desu.
Saya adalah pegawai toko.
Watashi wa ten-in dewa/ja arimasen.
Saya bukan pegawai toko.
Watashi wa ten-in deshita.
Saya mantan (dulunya) pegawai toko.
Watashi wa ten-in dewa/ja arimasen deshita.
Saya bukan mantan pegawai toko.

to be continue

Rabu, 09 Januari 2013

History of Kimonos

Originally, "kimono" was the Japanese word for clothing. But in more recent years, the word has been used to refer specifically to traditional Japanese clothing. Kimonos as we know them today came into being during the Heian period (794-1192).

From the Nara period (710-794) until then, Japanese people typically wore either ensembles consisting of separate upper and lower garments (trousers or skirts), or one-piece garments. But in the Heian period, a new kimono-making technique was developed. Known as the straight-line-cut method, it involved cutting pieces of fabric in straight lines and sewing them together. With this technique, kimono makers did not have to concern themselves with the shape of the wearer's body.

Kamis, 03 Januari 2013

Mitos dan Fakta tentang Jepang dan Orang Jepang

gan,, saya dapat artikel menarik dari salah satu website http://sukashibe.wordpress.com
let's read down.. ~
Banyak dari kita yang mengenal Jepang dari buku, film, anime, j-drama, manga (komik jepang), dan berita di televisi. Berikut saya sajikan beberapa kesalahkaprahan (salah pengertian – bikin bahasa baru neh) tentang Jepang dan penduduknya yang banyak dianggap benar oleh orang Indo, padahal sebenarnya salah. Atau kalaupun benar, 10 persennya saja benar…. v(^o^)v

1. Mitos : Saat musim dingin seluruh Jepang ditutupi salju
Fakta : Di daerah Tokyo, Kanagawa, Saitama, Chiba, Gunma selatan dan Ibaraki selatan salju jarang-jarang turun. Begitu pula dengan daerah Osaka dan sekitarnya. Salju sering turun di wilayah Hokkaido, Kyushu dan Pulau Honshu yang menghadap Laut Jepang. Pulau shikoku sangat jarang bersalju. Di wilayah Kanto selatan (Tokyo dan sekitarnya) salju baru turun di bulan Februari. Di Okinawa, salju sama sekali tidak pernah turun, dan suhu terendah saat musim dingin berkisar 10-16 derajat celcius.

2. Mitos : Jepang adalah negara dingin, yang bahkan musim panasnya lebih dingin daripada Indonesia
Fakta : Musim panas di Jepang (kecuali Hokkaido) jauh lebih panas dibanding Jakarta sekalipun. Dengan kelembapan hampir 70% dan temperatur 37 derajat di siang hari, kota Saitama (20 km di utara Tokyo) jadi seperti sauna alam.

3. Mitos : Orang Jepang suka minum sake (arak jepang)
Fakta : Hanya orang-orang tua (60 tahun ke atas) yang suka minum sake. Itu pun biasanya orang-orang yang tinggal di kota-kota kecil atau wilayah pedesaan di Jepang utara, sperti Niigata dan Akita. Orang-orang kota dan mudanya lebih suka minum bir, apalagi bir buatan Jerman. Bahkan dengan minum bir selama 3 tahun Anda bisa terbang gratis ke Jerman (menurut iklan ANA, red)

4. Mitos : Orang Jepang beragama Shinto dan menyembah Kaisar
Fakta : Saya harap Anda bukan orang yang lahir dan dibesarkan sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya tahun 1945. Orang Jepang sebagian besar mengaku beragama Budha, atau atheis. Kalaupun mereka pergi ke kuil Shinto atau kuil Budha (ya, di Jepang tidak disebut sebagai Wihara) itu karena tradisi. Orang Jepang lebih mementingkan perayaan-perayaan (matsuri) yang merupakan inti upacara shinto. Tapi ingat, orang Jepang saat ini tidak menyembah kaisar, dan istana kekaisaran jadi tempat wisata setahun sekali. Tuhannya orang Jepang adalah ekonomi.

5. Mitos : Orang Jepang semuanya ahli dalam hal teknologi
Fakta : Banyak orang Jepang yang gaptek (gagap teknologi), yang bahkan panggil teknisi hanya karena kabel listrik komputer tidak dicolok dengan benar ke stopkontak. Bahkan banyak yang ga tau cara pakai atau bahkan belum pernah menggunakan Yahoo Messenger, atau Facebook. Orang Indo boleh berbangga dalam hal ini.

6. Mitos : Orang Jepang semuanya pintar-pintar
Fakta : Sama seperti di atas, tidak semuanya orang pintar. Bahkan banyak lulusan universitas punya pengetahuan umum yang super parah. Untuk pengetahuan bahasa Inggris, orang Indo bisa dibilang jauh lebih jago.

7. Mitos : Semua wanita Jepang cantik-cantik dan kawaii
Fakta : Kalau Anda tinggal di dalam dunia dalam J-Drama atau Manga, mungkin iya. Tapi kalau Anda tinggal di dunia nyata di Tokyo dan sekitarnya, Anda akan melihat tante2 (usia 40-50 tahun) dengan rambut pirang, celak mata warna hitam super tebal dan pipi yang super merah buatan. Mau melihat cewek cakep alami? Carilah anak2 SMP yang tidak pake make-up…. 

Nah, kalau orang Indo punya hal2 yang slah kaprah mengenai Jepang, orang2 Jepang pun punya hal2 salah kaprah. Berikut ini adalah pengetahuan salah kaprah-nya orang Jepang yang sering penulis temui:
a. Jepang adalah satu-satunya negara kepulauan di dunia
b. Semua negara di selatan Jepang adalah negara beriklim hangat atau tropis, kecuali kutub selatan.
c. Nasi adalah makanan pokok untuk negara2 berikut SAJA: Jepang, Korea dan China
d. Bali adalah negara tropis tujuan wisata. Indonesia? Wah, ngapain ke India? (Note: Indonesia bagi mereka adalah negara tetangga India)
e. Indonesia adalah negara islam, dan semua orang yang berasal dari Indonesia bisa dipastikan seorang muslim. (Orang Bali? Lho, Bali itu bagian dari Indonesia ya? )
f. Indonesia merupakan negara kecil yang mungkin luasnya hanya separuh Jepang dan dengan penduduk dua kali lipat Jepang.
g. Hanya negara-negara di Eropa saja yang menggunakan huruf Latin. Negara-negara di Asia semuanya menggunakan huruf sendiri. (Bos gw pernah bertanya: Buat tampilkan dokumen bahasa Indonesia perlu install font khusus apa di komputer?)
h. Mereka sering membicarakan bahwa di Jepang ada beberapa bahasa daerah yang mereka sendiri tidak mengerti, seperti dialek Osaka, Tohoku dan Bahasa Okinawa. Tetapi pada dasarnya semuanya masih bhs Jepang. Karena itu mereka menganggap bahasa daerah di negara lain hanya berupa dialek. Tidak banyak yang tau bahwa bahasa Jawa, Sunda dan Melayu adalah bahasa2 yang sangat berbeda.
i. Hanya Orang Jepang, China dan Korea yang bisa pakai sumpit. Mereka heran lihat ada orang Indo yang bisa pake sumpit…..
j. Meskipun Anda dianggap Chinese di Indo, di Jepang Anda akan dianggap orang Indonesia Asli, kecuali Anda tidak punya nama Indonesia dan masih fasih berbahasa mandarin.
k. Makanan khas Indonesia? Nasi Goreng dan Mie Goreng. (Rendang, Pecel, dll tidak dikenal di Jepang. Entah kenapa Restoran Indonesia di Jepang memasang menu utama Nasi Goreng dan Mie Goreng. Kenapa tidak sekalian saja buka warung Indomie atau ekspor penjual nasi goreng keliling ke Jepang ya?)
l. Kereta adalah alat transportasi utama di negara manapun di dunia. Mereka heran mendengar di Indonesia sangat sedikit ada jalur kereta, dan jumlah pengguna kereta dibanding kendaraan pribadi atau bus.
Sekian. Saya harap catatan ini bisa jadi sumber pengetahuan tambahan bagi Anda yang membacanya, dan semoga bisa mengoreksi kesalahkaprahan selama ini. Kalau ada keslahan dalam tulisan ini, silakan berkomentar. Atau boleh jadi Anda mau menambahkan poin2 “kesalahkaprahan” sehingga menambah informasi dalam catatan singkat ini.

Senin, 24 Desember 2012

Teru teru Bozu Boneka hujan di jepang

 HUJAN lagi hujan lagi,, hmm 
haloo sobat blogger.. berhubung lagi musim hujan.. jadi kali ini saya akan memosting tentang Teru teru Bozu si boneka penangkal hujan,,!! hmm,,, is that true ?? so let's chek this out. ~


Teru teru bōzu (てるてる坊主) adalah boneka tradisional buatan tangan yang terbuat dari kertas atau kain putih yang oleh petani Jepang petama mulai digantung di luar jendela mereka dengan benang. Azimat (jimat) ini memiliki kekuatan magis membuat cuaca menjadi baik dan untuk menghentikan atau mencegah hujan.”Teru” adalah kata kerja dalam bahasa jepang yang menjelaskan bercahaya, atau baik (cuaca) dan “bōzu” adalah Buddha rahib, atau jika dalam slang artinya “gundul.”
Teru teru bōzu menjadi populer selama periode Edo,
anak-anak membuat teru-teru-bōzu dari kertas tisu atau kapas dan benang/senar dan menggantungkan boneka ini di jendela karena ingin cuaca yang cerah, sering dilakuan sebelum hari piknik sekolah. Jika digantung terbalik dengan kepala dibawah maka kerjanya seperti doa untuk hujan. Jadi jangan sampai salah membalik.



Ada warabe Uta (lagu anak-anak) yang terkenal, atau Japan nursery rhyme,terkait dengan teru teru bozu:
dalam tulisan Jepang dan di roman-kan:

てるてるぼうず,てるぼうず明日天気にしておくれいつかの夢の空のように晴れたら金の鈴あげよ
Teru-teru-bōzu, teru bōzu
Ashita tenki ni shite o-kure
Itsuka no yume no sora no yō ni
Haretara kin no suzu ageyo
てるてるぼうず,てるぼうず明日天気にしておくれ私の願いを聞いたなら甘いお酒をたんと飲ましょ
Teru-teru-bōzu, teru bōzu
Ashita tenki ni shite o-kure
Watashi no negai wo kiita nara
Amai o-sake wo tanto nomasho
てるてるぼうず,てるぼうず明日天気にしておくれもしも曇って泣いてたらそなたの首をちょんと切るぞ
Teru-teru-bōzu, teru bōzu
Ashita tenki ni shite o-kure
Moshi mo kumotte naitetara
Sonata no kubi wo chon to kiru zo

Translation:
Teru-teru-bozu, teru bozu
buat besok hari yang cerah
Seperti langit dalam mimpi
jika cuacanya cera Saya akan memberikan Anda bel emas
Teru-teru-bozu, teru bozu
buat besok hari yang cerah
Jika Anda ingin membuatnya menjadi kenyataan
Kami akan banyak minum sake manis
Teru-teru-bozu, teru bozu
buat besok hari yang cerah
Tetapi jika mendung dan anda menangis (hujan)
Lalu aku akan memotong putus kepalamu.


 
Lagu, ditulis oleh Kyoson Asahara dan disusun oleh Shinpei Nakayama, dirilis pada 1921. Seperti banyak sajak kanak-kanak, lagu ini dikabarkan memiliki sejarah yang lebih gelap daripada yang pertama kali muncul. Ini diduga berasal dari sebuah kisah tentang seorang biksu yang berjanji petani untuk menghentikan hujan dan membawa cuaca cerah selama periode berkepanjangan hujan yang merusak tanaman.

Ketika biarawan gagal untuk membawa sinar matahari, ia dihukum mati.Namun, percaya cerita ini dan lain-lain mengenai asal-usul Teru Teru bozu mungkin berasal dari tradisi lama setelah menjadi luas, kemungkinan besar dalam upaya untuk memperbaiki Citra boneka. Hal ini lebih mungkin bahwa "bōzu" dalam nama tidak menunjuk rahib Buddha yang sebenarnya, tetapi bulat, botak rahib-seperti kepala boneka, dan "Teru Teru" bercanda merujuk pada efek cahaya matahari terpantul sebuah botak

Minggu, 23 Desember 2012

Japan Month in July: Tanabata, Obon Matsuri, Umi no Hi

In July, a Japanese weather the transition from the rainy season (Tsuyu) to summer (Natsu). Various festivals (Matsuri) began to be implemented, including: Tanabata (Star Festival), Obon Matsuri (Festival of Souls) and Umi no Hi (Marine Day).

1. Tanabata (Star Festival)

Tanabata (star festival) is one japanese cultural traditions of each ladder held July 7. In celebration of Tanabata, the Japanese have a tradition to write down the expectations on a small piece of colored paper, then hang them on bamboo trees, called "Sasa". Expectations Tradition of paper hung on a bamboo tree 'Sasa' is, ends when the 'Obon Matsuri "(Festival of Souls) About a date that is held 13 to 15 August.
'Obon Matsuri


The festival is taken from one of the old legend china. Tell, at a time there lived a god Stars with a beautiful princess named 'Orihime' (Princess Knitting), known as the star Vega.

Every day, 'Orihime' (Princess Knitting) knitting works underwear called 'Tanahata' to wear to the god. This made the god of the star was worried because he saw his daughter, who always worked hard to knit garment relentless. To comfort the heart of the princess 'Orihime', god decided to find him a friend. Finally the gods introduced by a young man named Orihime Kengyuu (shepherds Cow), known as Star Altair.Kengyu is a young man who every day work as a cattle rancher. He is known for diligent and tenacious.

After Orihime Kengyuu acquainted with, both fell in the liver. Every day they try to meet so forget about each job. Orihime forget his work knitting clothes, so that the god has no clothes 'Tanahata' for wearing. While Kengyuu forget the cows so the cows are a lot of pain.

See this god is very angry star. Finally, the gods decided to keep Orihime from Kengyuu. The Oracle brings Orihime (Princess Knitting) to a place that was blocked by a large river named Ama no Kawa (River of Heaven - The Milky Way) that can not be met with Kengyuu. Separated from her lover makes Orihime grieve and cried every day.


Princess Knitting



The god who feel sorry for, finally mengiziknkan Kengyuu Orihime to meet with once a year on July 7, which is believed to be the date of luck. But if rain falls on that date Ama No Kawa river will overflow, so the couple could not be met. So that it did not rain on the date promised, on July 6, they prayed to the gods by writing poems in the form of stars above expectations colorful piece of paper called 'Tanzaku' and then hang them on bamboo trees.
Based on these stories, make people always celebrate the tradition of Japanese Tanabata (star festival) every 7th of July. This celebration is becoming known in Japan since the Edo period (1603-1867). At first they just go pray for good weather on that day so that Orihime and Kengyuu can meet. In order to remain sunny weather, the people of Japan make Tere Tere Bozu, white rag doll. The doll is believed to ward off the rain if it is hung in front of the house or windows.
star festival


But over time, other than pray that Orihime and Kengyuu can be met, this time the Japanese people used to follow the habits of these lovers, write down their hopes on a piece of colored paper and hung on a bamboo trunk called "giant", so that prayer they answered. Expectations were written in brightly colored piece of paper for likens colorful stars Vega and Altair is located in the Milky Way.

Writing a piece of paper and hanging of this hope ended when the 'Obon Matsuri "(Festival of Souls) begins. Bamboo trees that have been hung with a lot of paper hopes, will be poured into the river as a harbinger of misfortune or bad luck to go drifting on the water and prayers were answered promptly.

A piece of paper hanging ornaments on the tree when the Tanabata bamboo likened by the Japanese as' Christmas Trees In Summer (Summer Christmas Tree). The biggest celebration held each year in the Sendai area. At the time the festival starts the shopping streets of this area will be crowded with decoration - the Star Festival decorations.

At Tanabata usually sung a song like this:

Sasano wa sara sara (Sasano * flowing smoothly)
Ni Nokiba yureru (tip rocked rocking)
Approximately Ohoshisama (Star spangled berkelap)
Kin gin sunago (scattered like gold-silver)
Goshiki no tanzaku (Color colors of hope and prayer)
Watashi ga kaita (What I write)
Approximately Ohoshisama (Star spangled berkelap)
Sora kara miteru (Viewed from the sky)

* Sasano = The boats are made of bamboo leaf folds *


2. Obon Matsuri (Festival of Souls)

Obon Matsuri (Festival of Souls) is a Buddhist festival, held on 13-15 July or August (depending on region). The festival is dedicated to the spirits of ancestors.

It is believed that in these days their spirits would return home. To facilitate the spirits back home, they will install lighting and fire welcome to the front door of the house. The goal is to drive the spirits so that they do not get lost. Then they put the lantern on the inside, cleaning the altar of the house, provides a meal and pray for the peace of the spirits of ancestors.

Usually, when Obon Matsuri (festival spirits), Japanese citizens gathered at night in the field, wearing a yukata (summer kimono simple) and then make the rotation for dancing accompanied by music and drums of Japan. The aim is to welcome the happiness that comes with the spirits. They believe the spirits will go dancing with the sign of joy. Welcoming dance called Obon Odori oini spirits.

festival spirits

At the end of the festival, once again people are going to install lighting at the front door of the house as an introduction to the ancestral spirits out of the house and floated offerings to the river or the sea to accompany them back to nature there.


summer kimono simple


3. Umi no Hi (Marine Day)

Day to express gratitude for the gift of sea and hope for the prosperity of Japan, which is a sea country. Umi no Hi (Day lauta) has become Japan's national day, which the Japanese calendar is red as a sign of the holiday.

Selasa, 04 Desember 2012

Gaya hidup anak muda JEPANG

hallo sobat blogger..

tadi saya habis nyari-nyari info tentang budaya jepang,,truss tertarik sama artikel yang satu ini.. hmm,, jadi penasaran juga,, gimana ya,,budaya + gaya hidup remaja-remaja jepang..?? so, let's read it..!

Japanese fashion’ (busana/mode bergaya Jepang) merupakan perpaduan gaya tradisional Jepang dan  modern. Hampir sebagian besar busana tradisional Jepang kini berevolusi menjadi street fashion meskipun sesekali busana tradisional asli masih dapat kita jumpai di beberapa kota besar Jepang. Jepang mulai menandingi tata busana gaya barat semenjak abad 21 dan selanjutnya sekarang berubah menjadi apa yang disebut dengan ‘street fashion’. Istilah tersebut digunakan untuk mendeskripsikan mode/gaya pakaian yang dikenakan seseorang melalui perpaduan trend mode terbaru dengan gaya tradisional. Contohnya seperti pakaian yang dibuat sendiri dengan tetap memakai bahan dasar dari toko kain.
Sekarang ini terdapat banyak macam gaya berpakaian di Jepang, termasuk juga dari perpaduan merk lokal dengan merk asing. Beberapa jenis gaya berpakaian tersebut terkesan ekstrim dan dapat dipandang sebagai pelopor seni yang setara dengan model peragaan busana di Eropa. Rentetan fenomena naik-turunnya popularitas dari kebanyakan trend tersebut telah dicatat oleh Choicer Loki sejak tahun 1997 dalam majalah mode ’FRUiTS’. Majalah ini merupakan majalah terkemuka yang telah mengenalkan ’street fashion’ di Jepang.
’Street fashion’ kini telah menjadi trend yang paling populer di Jepang. Hal itu tidak lepas dari peran anak-anak muda Jepang yang mengenakan berbagai pakaian aneh di daerah perkotaan seperti Harajuku, Ginza, Odaiba, Shinjuku, dan Shibuya. Beberapa contoh gaya yang populer di Jepang antara lain Lolita, Cosplay, Kogal, Ganguro, Bōsōzoku, dan Elegant Gothic Aristrocrat.
Lolita

’Lolita Fashion’ merupakan bagian dari perpaduan kebudayaan Gothic & Lolita yang sebagian besar diinspirasi oleh pakaian anak-anak Victorian (gaya berpakaian di Inggris pada era Queen Victoria tahun 1837–1901 yang meniru pakaian boneka Victoria) dan kostum orang terpelajar pada jaman Rococo (Perancis abad ke-18; setelah jaman Baroque). Gaya barat seperti goth & punk, cosplay, serta pakaian yang dikenakan oleh pelayan wanita Perancis juga ikut menginspirasi ’Lolita’ tersebut.
Lolita dapat diklasifikasikan ke dalam Gothic Lolita, Sweet Lolita, Classic Lolita, dan Punk Lolita. Ada juga tipe Lolita lain seperti Wa-Lolita, Qi Lolita, Pirate Lolita, dan Erotic Lolita. Selain itu, mode yang berhubungan dengan Aristrocrat dan Ouji juga kadang-kadang dipertimbangkan untuk digunakan dalam kebudayaan dan mode Lolita.

Cosplay

Bagian kebudayaan Jepang lainnya adalah Cosplay, dalam bahasa Jepang disebut sebagai kosupure. Cosplay dalam bahasa Inggris berasal dari kata costume dan play, di mana gaya berpakaian yang digunakan berdasarkan pada tokoh/karakter dalam manga, anime, tokusatsu, game video, pertunjukkan action Jepang di televisi, film-film fantasi, ataupun band-band pop Jepang.
Ko-gal
http://www.globalcompassion.com/images3/kogeru.jpg
Kogal biasanya dicirikan dengan wanita muda yang menghabiskan pendapatan mereka untuk mode, musik, dan berbagai macam aktivitas sosial yang menyolok mata. Penampilan Kogal dapat dideskripsikan sebagai berikut; menggunakan sepatu hak tinggi-tebal, rok pendek, makeup tebal, rambut berwarna (biasanya pirang atau coklat), kulit kecoklatan (akibat berjemur di bawah terik sinar matahari), dan berbagai macam aksesoris dari desainer. Apabila mereka sedang mengenakan seragam sekolah, ternyata juga dalam bentuk rok pendek dan disertai dengan kaus kaki longgar (baggy socks) yang tingginya sampai lutut.
Kogal memiliki banyak aktivitas dan sifatnya yang sangat menonjol dapat dilihat dari gaya hidup yang diutamakan untuk memiliki barang-barang baru. Pusat kebudayaan Kogal berada di Shibuya; kawasan Tokyo. Mereka berlomba-lomba untuk menjadi ’pembeli yang pertama’ dalam hal teknologi hp di Jepang, serta keinginnya untuk membeli berbagai macam pakaian seperti selendang merk Burberry dan tas tangan merk Louis Vuitton, sehingga Kogal cenderung menghabiskan banyak waktu luangnya untuk berbelanja (dengan pendapatan orangtua-nya). Mereka secara umum tidak berbelanja di berbagai department store. Selama musim panas, Kogal kadang-kadang terlihat bersantai di pantai.
Ganguro

Popularitas Ganguro memuncak pada tahun 2000. Pusat fashion Gangguro berada di Shibuya dan Ikebukuro yang merupakan kawasan Tokyo.Penampilan Ganguro dapat dikatakan terdiri dari rambut yang dicat warna putih, pirang, coklat gelap atau warna coklat yang sangat pucat; biasanya dilengkapi dengan jepit rambut berbentuk bunga sepatu. Selain itu, untuk wajah Ganguro memakai makeup tebal yang berwarna cerah serta eyeliner hitam & putih. Mereka biasanya mengenakan rok mini, platform shoes (sepatu hak tinggi-tebal; panjang sampai ke lutut) dan gelang-gelang besar dalam jumlah banyak, serta berbagai macam cincin dan kalung.
Cewek-cewek Ganguro biasanya ditemani oleh sekelompok kecil orang yang disebut dengan ‘Ganguro Gal’ untuk memamerkan hp mereka dengan tempelan berbagai stiker purikura. Dalam bahasa Jepang, purikura (singkatan dari purinto kurabu) merupakan foto diri yang dibuat secara instant dalam suatu photo-box, bukan hasil cetakan studio foto.

Bōsōzoku
http://img268.imageshack.us/img268/1206/bosozokujumpsuits021.jpg
Bōsōzoku pertamakali terlihat pada tahun 1950-an sebagai anak muda Jepang yang mulai mengenal produk-produk industri seperti mobil dan sepeda motor. Bōsōzoku pertama dikenal dengan sebutan kaminari-zoku (atau Ligthning Tribes). Di Jepang terdapat banyak klub Bōsōzoku, termasuk geng cewek-bersepeda; yang dapat diidentifikasi dari tatanan/gaya pakaian dan jenis sepeda motor.
Bentuk penampilan klise dari Bōsōzoku seringkali dilukiskan dan bahkan dikarikaturkan dalam berbagai media Jepang seperti anime, manga, dan film. Anggota komunitas Bōsōzoku biasanya terlihat seragam dengan mengenakan jumpsuit seperti baju butut yang dipakai oleh buruh atau ’tokko-fuku’; sejenis mantel bercorak militer dengan logo Kanji yang biasanya dipakai terbuka tanpa baju di dalamnya sehingga memperlihatkan balutan kain perban di badan mereka; serta celana longgar (baggy) senada yang bagian ujung kakinya dimasukkan ke dalam sepatu bot tinggi. Logo-logo geng/klub seringkali dijahitkan pada jaket kulit dan bahkan setelan berbahan kulit seluruhnya juga terlihat sebagai bagian penampilan Bōsōzoku.
Aksesoris lain yang juga menjadi pelengkap pakaian Bōsōzoku adalah kacamata hitam, ikat kepala ’hachimaki’ panjang dengan slogan-slogan perang, dan gaya rambut ’pompadour’ yang terlihat hampir seperti penampilan rocker (digambarkan demikian mungkin karena mereka telah bekerja sama dengan perkumpulan Yakuza). Rambut bergaya ’pompadour’ dapat dideskripsikan sebagai rambut yang disisir ke arah belakang, dengan bagian depan rambut tetap diarahkan ke depan dan berbentuk ikal dengan sendirinya. ’Punch perm’ juga dianggap sebagai gaya rambut Bōsōzoku, bahkan masker untuk proses bedah-pun juga dapat dikenakan oleh Bōsōzoku.
Elegant Gothic Aristrocrat (EGA)
http://www.spirit-of-metal.com/membre_groupe/photo/Mana-2771.jpg

Gaya dari Elegant Gothic Aristrocrat berdasarkan pada konsep ‘androgyny’, dan seringkali menjadi pakaian yang identik bagi baik kaum laki-laki maupun perempuan. Androgyny merupakan istilah diturunkan dari kata Yunani άνδρας (andras, berarti laki-laki) dan γυνή (gyne, berarti perempuan); dapat didefinisikan sebagai dua konsep yang memadukan/mencampurkan laki-laki & perempuan, atau identitas kelamin yang tidak jelas.
Pakaiannya terbatas pada warna hitam, putih, dan warna-warna gelap lain. Kesan paling utama dapat dilihat dari kemewahan serta kesederhanaan di mana baju bermotif garis biasanya sederhana dan ketat, dengan celana atau rok panjang. Dengan demikian gaya EGA sangat kontras dengan gaya Lolita. Tetapi tetap saja make-up yang gelap dan tebal juga dipakai di dalam kedua gaya tersebut.



gimana ???? keren-keren kan,,,,????!!!!

Senin, 03 Desember 2012

Autumn In JAPAN

Most regions of Japan have four distinct seasons and autumn months are basically September, October, and November. Leaves beautifully turn red, orange, and yellow, and they are so beautiful. Fall foliage is called "kouyou" in Japanese which literally means red leaves. It's said that Japan's earliest fall foliage happens in the Daisetsuzan mountains, Hokkaido. Other popular fall foliage destinations include Nikko, Kamakura, Hakone, and more. Kyoto and Nara, which were Japan's ancient capitals, the colorful leaves match their historical architectures and attract many visitors. Old temples and shrines are good places to visit during fall foliage season. There are many holidays in the fall. The second Monday in October is a Japanese national holiday called taiiku-no-hi (Health and Sports Day). Various sports events take place on this day. In Japan, sports festivals called undou-kai are often held in Japanese schools and towns during the autumn.
November 3 is a national holiday called bunkano-hi (Culture Day). There are many events held around the country to celebrate art and tradition on this day. November 15 is called shichi-go-san which is a traditional Japanese festival for children of seven, five, and three years old. This is not a national holiday but is an important family event. Families with children of the ages visit shrines to pray for their healthy growth. Children put on nice clothes, such as kimonos, dresses, and suits. They buy chitose-ame (long stick candies), which represents longevity. You might see many dressed-up children at shrines around the country in November.
Many autumn festivals are held throughout the country to give thanks for the harvest. You might be able to see some Shinto rituals held at various shrines. Also, it's fun to visit many food vendors which sell local speciality food, crafts, charms, and other regional items in such festivals.

THIS MORE PIC AUTUMN IN JAPAN




 

Minggu, 25 November 2012

Hantu - Hantu Jepang

Konichiwa sobat Bloger.. kali ini saya akan mengepost sesuatu yang berbeda tapi masih tetap berbau jepang,,! bukan budaya jepang, tempat wisata, atau hal-hal yang menarik dari jepang,, ok kali ini saya akan membahas tentang 
 HANTU-HANTU DI JEPANG.hmm serem gak ya,,? ? so let's chek this out..

Hantu Jepang-- Sadako adalah icon hantu terkenal Jepang, dan kisahnya bahkan dirilis ulang perfilman Hollywood dengan nama tokoh Samara. Konon kisah hantu Jepang ini adalah kisah nyata. Dalam tradisi Jepang mengenal beberapa penampakan hantu, diantaranya adalah :

1.Hantu Jepang Onryou

hantu jepang
Hantu Jepang yang disebut Onryou adalah hantu yang menaruh dendam kepada orang lain pada semasa hidupnya dan biasanya setelah meninggal ia akan gentayangan untuk membalas dendam kepada orang-orang tersebut. Penampakan hantu jepang ini biasanya digambarkan sebagai berikut :
1.Rambut panjang terurai.
2.Memakai kimono putih.

3.Pergelangan tangan menjuntai ke bawah.
4.Biasanya kaki tak tampak menjejak tanah.


2.Hantu Jepang Ubume

hantu jepangUbume adalah sosok hantu jepang berupa wanita yang meninggal ketika mengandung (lalu melahirkan dalam kubur) sehingga meninggalkan anak yang masih bayi dan hantu tersebut selalu kembali untuk merawat anaknya dengan membawa gula-gula. Apabila di Indonesia hantu ini sejenis dengan Kuntilanak atau Sundel Bolong. Penampakan hantu jepang bernama Ubume hampir sama dengan penampakan Onryou, hanya kisah asal muasalnya saja yang berbeda.



3.Hantu Jepang Funa Yuurei  

 
Funa Yuurei adalah hantu jepang yang berasal dari manusia yang tewas di tengah lautan. Hantu jepang jenis ini biasanya menampakkan diri pada penumpang kapal dan berpura-pura meminta bantuan kepada para penumpang, setelah itu mereka akan membalikkan kapal tersebut sehingga semua penumpang meninggal.

 





 4.Hantu Jepang Zashiki Warashi 

 Zashiki Warashi adalah hantu jepang yang berwujud anak-anak yang seringkali nakal daripada membahayakan. Hantu jepang ini bisa juga disebut Zashiki-bokko. Zashiki bisa diartikan sebagai penutup lantai rumah atau tatami sedangkan Warashi adalah hantu anak-anak. Penampakan hantu jepang Zashiki Warashi adalah seperti anak kecil yang berusia sekitar 5 atau 6 tahun. Berambut cepak dan berwajah merah. Apabila di Indonesia hantu  ini disebut tuyul. Biasanya hantu jepang ini berkeliaran di sekitar rumah dan mencari perhatian dengan bermacam cara, seperti meninggalkan jejak kaki di lantai, atau tiba-tiba duduk di atas futon. Hantu jepang ini paling senang menampakkan diri pada anak kecil. Mungkin karena usia mereka sebaya.

5. Rokurokubi (Hantu Jepang Leher Panjang)


 
Rokurokubi adalah manusia yang mendapat hukuman karena melanggar pantangan dalam ajaran Buddha. Pada siang hari hantu jepang ini nampak seperti layaknya manusia biasa, mereka bisa membaur dengan masyarakat, bahkan ada yang mempunyai suami. Tapi waktu malam hari, leher mereka memanjang dan wajahnya dapat berubah jadi menyeramkan. Hantu jepang ini dikatakan gemar menakuti orang, biasanya mereka menampakkan diri dihadapan pemabuk atau orang yang sedang tidur. Konon Rokurokubi juga menghisap darah


6. Hantu Jepang Nukekubi


 
hantu jepangNukekubi, dalam bahasa China artinya leher yang bisa dilepas, hampir sama dengan hantu Jepang rokurokubi, pada siang hari bisa menjadi manusia biasa dan membaur dengan masyarakat, namun pada malam hari  kepala nekukebi bisa terpisah dari badannya.  Setelah terpisah dari tubuhnya, kepala hantu jepang ini bisa terbang untuk mencari manusia. Kepala yang terpisah ini akan menjerit dan menggigit korbannya. Dalam keadaan terpisah, tubuh hantu jepang nukekubi ini menjadi benda mati. Dalam beberapa legenda, jika kepala hantu jepang ini tak bisa menemukan badannyanya sampai matahari terbit, maka nukekubi itu akan mati. Cara untuk membedakan Nukekubi dengan orang biasa adalah adanya garis merah di leher, yang mana merupakan tempat terpisahnya kepala dengan badan (di Indonesia sangat mirip dengan Leak)

7. Hantu Jepang Kasabake


 
hantu jepangKasabake adalah hantu jepang yang berwujud payung dengan mata satu dan lidah terjulur. Penopangnya adalah satu kaki (gagang payung) yang memakai sandal kayu. Hantu jepang ini suka berterbangan saat hujan turun. Konon Kasabake suka bermain dengan anak kecil.

   








8 Hantu Jepang Yuki-Onna
 
hantu jepangAlih2 tergolong hantu jepang, Yuki-Onna lebih tepat disebut sebagai siluman wanita salju. Hantu jepang ini berwujuda wanita cantik bergaun perak yang membunuh pemuda-pemuda yang tertarik padanya. Yuki-Onna dalam legenda Jepang akhirnya mencair oleh kehangatan hati seorang pemuda bernama Mokhisi.


 




9. Hantu Jepang Bermulut Robek (Kuchisake-Onna)
 
hantu jepangHantu Jepang ini digambarkan sebagai wanita cantik yang menutup mulutnya dengan kipas. Kuchisake akan bertanya apakah wajahnya cantik? Jika seseorang menjawab iya, maka ia akan membuka kipasnya dan bertanya lagi, saat itulah seseorang akan ketakutan dan Hantu Jepang ini pun akan membunuh korbannya dengan benda tajam. Cara untuk lolos dari hantu jepang ini adalah dengan menjawab “Iya” atau menjawab “begitulah”. Hiyaa... bayangin aja kalo cewe se-hot Arumi Bachsin tiba2 tanya kaya gitu.. kabuuur...!!


Semoga kalian sudah lebih akrab dengan hantu-hantu Jepang!!

Jumat, 16 November 2012

JAPAN flowers park

hi guys... now i post many picture about flowers garden in japan,,!!! it's really BEAUTIFUL,,WONDERFUL,, it's really make me impressed..
so, let's chek this out..






 



Minggu, 11 November 2012

Belajar bahasa JEPANG dasar

contoh ucapan salam & ekspresi:

  • オはよう ございます :  Ohayou gozaimasu (Selamat pagi)
  • コんにちわ : Konnichiwa (Selamat siang)
  • コんばんわ : Konbanwa (Selamat malam)
  • オやすみ なさい : Oyasumi nasai (Selamat tidur)
  • サようなら :  Sayounara (Selamat tinggal atau Selamat jalan)
  • ジャ, また あした : Ja, mata ashita (Sampai jumpa besok, ya)
  • アりがとう ございます : Arigatou gozaimasu (Terima kasih)
  • ドうも ありがとう ございます : Doumo arigatou gozaimasu (Terima kasih banyak)
  • ドう いたしまして : Dou itashimashite (Sama-sama, Terima kasih kembali)
  • スみません : Sumimasen (Maaf)
  • スみません : Sumimasen (Permisi)
  • シつれい ですが : Shitsurei desuga…(Permisi/Maaf…—> diucapkan sebelum bertanya tentang hal pribadi)
  • オねがいします : Onegaishimasu (Minta tolong)
  • オげんき です か : Ogenki desu ka? (Apa kabar?)
  • ゴめん ください :  Gomen kudasai (“Permisi”, —> digunakan ketika berkunjung ke rumah orang lain)
  • イらっしゃいませ :  Irasshaimase (Selamat datang —> diucapkan pada tamu restoran, hotel, dll)
  • イらっしゃい : Irasshai (Selamat datang —> dipakai pada waktu kedatangan tamu)
.

Dibawah ini ada beberapa ungkapan lainnya yang bisa kamu gunakan :

  • ごーきげん いかが です か : go-kigen ikaga desu ka : apa kabar
  • おーはよお ございます : o-hayoo gozaimasu : selamatan pagi
  • よい おーてんき です ね : yoi o-tenki desu ne : cuaca yang indah
  • おーめ に かかれて うれしい です : o-me ni kakarete ureshii desu : senang berkenalan dng anda
  • ながい こと おーじゃま いたしました : nagai koto o-jama itashimashita : terima kasih atas waktunya
  • みょおにち また おーあい しましょお : myoonichi mata o-ai shimashoo : sampai ketemu besok
  • わたし いんどねしあん です : watashi indonesian desu : saya orang indonesia
  • イんどねしあ から きました : Indonesia kara kimashita : saya berasal dari indonesia
  • しゅみ わ おんがく かんしょお です : shumi wa ongaku kanshoo desu : kegemaran saya dulu bermain musik
  • どこ から きました か : doko kara kimashita ka?: dari mana asalmu?
  • なに が ほしい の ですか : nani ga hoshii no desuka? : Apa yang sedang kamu lakukan?
  • ごめん なさい : gomen nasai : maafkan saya
  • すみません : sumimasen : maaf
  • おーてすう かけて すみません : o-tesuu kakete sumimasen : maaf merepotkan anda
  • とてむ しあわせ です : totemu shiawase desu : saya sangat bahagia
  • わたし の こぶつ わ ちょこらえと です : watashi no kobutsu wa chokoraeto desu : makanan kesukaan saya coklat
  • マいばん ほし お かんさつ して います : Maiban hoshi o kansatsu shite imasu : Setiap malam saya mengamati bintang-bintang
.

Yang Umum diucapkan di Awal Pembicaraan

  • オはよう / オはよう ございます : Ohayou / Ohayou gozaimasu : “selamat pagi”
  • コんにちわ :  Konnichiwa : “selamat siang”
  • コんばんわ :  Konbanwa : “selamat malam”
  • ヨろしく おねがいします :  Yoroshiku onegaishimasu : “mohon bimbingannya” / “mohon bantuannya”
  • オ げんき です か :  O genki desu ka? : “Apakah Anda sehat?”
  • オ かげ です :  O kage desu : “Saya sehat-sehat saja.” (digunakan untuk menjawab “O genki desu ka?”)
  • キョう わ いい お てんき です ね :  Kyou wa ii o tenki desu ne? : “Cuaca hari ini bagus, bukan?”
  • ヨうこそ :  Youkoso! : “Selamat datang!”
  • モしーもし :  Moshi-moshi…: “Halo…” (berbicara lewat telepon)
.

Yang umum diucapkan Selama Percakapan Berlangsung

  • ハい : Hai : Ya (untuk menyetujui sesuatu atau menjawab pertanyaan)
  • イいえ :  Iie : “Tidak” (kebalikannya “hai”)
  • アりがとう / アりがとう ございます :  Arigatou / Arigatou gozaimasu : “Terima kasih”
  • ゴめん な さい :  Gomen na sai : “Mohon maaf”
  • スみません :  Sumimasen : “Permisi”
  • ザんねん です :  Zannen desu : “sayang sekali” / “amat disayangkan”
  • オめでっと, ね :  Omedetto, ne : “Selamat ya”
  • ダめ / ダめ です よ :  Dame / Dame desu yo : “jangan” / “sebaiknya jangan”
  • スてき です ね :  Suteki desu ne : “Bagus ya…” / “indah ya…”
  • スごい / スごい です よ :  Sugoi! / Sugoi desu yo! : “Hebat!”
  • ソう です か :  Sou desu ka : “Jadi begitu…”
  • ダいじょうぶ です / ヘいき です :  Daijoubu desu / Heiki desu : “(saya) tidak apa-apa” / “(saya) baik-baik saja”
.

Jika Kesulitan menangkap Ucapan Lawan Bicara

  • チョっと ゆっくり いって ください : Chotto yukkuri itte kudasai : “Tolong ucapkan lagi dengan lebih lambat.”
  • モう いちど いって ください :  Mou ichido itte kudasai. : “Tolong ucapkan sekali lagi.”
  • モっと はっきり いって ください :  Motto hakkiri itte kudasai. : “Tolong ucapkan dengan lebih jelas.”
.

Untuk Mengakhiri Pembicaraan

  • サよなら : Sayonara : “Selamat tinggal”
  • マた あいましょう : Mata aimashou : “Ayo bertemu lagi kapan-kapan”
  • ジャ, また / また ね :  Ja, mata / mata ne : “Sampai jumpa”
  • マた あした :  Mata ashita : “Sampai jumpa besok”
.

Lainnya :)

  • イらっしゃいませ : Irasshaimase! : “Selamat datang!”
  • イてきます :  Itekimasu! : “Berangkat sekarang!”
  • イてらっしゃい :  Iterasshai : “Hati-hati di jalan”
  • イただきます :  Itadakimasu : “Terima kasih atas makanannya”
  • ゴちそうさま でした :  Gochisousama deshita : “perjamuan/hidangan sudah selesai”
  • キもち :  Kimochi…! : nyaman (perasaan nyaman di suatu tempat)


seishin

Jumat, 02 November 2012

Winter in Japan

hello guys..meet again with me,, sesya,,
okay, now i want to tell you about WINTER in japan,, why I'II tell you about it ? because winter in japan is diferent with winter in other country ..winter in japan is really,,really beautiful,, ! hmm,, iwanna go there..
so lets read it..




Winter in Japan Mount Fuji
December to February brings on the winter season in Japan. From skiing to snow sculpture building, Japan has a ton of winter activities to enjoy (also check out our post on what to do in Japan in spring).
Here’s our rundown on things to do in Japan in winter and some outstanding winter photographs from Flickr.

Temperatures

In comparison to Canada, winters in Japan are mostly mild with little snow until you head up north.
Temperatures average between -1 C (30F) in the north to 19 C (66F) in the south. Tokyo hovers in the 2 C (34F) – 10 C (50F) range.
Although you may not need a winter jacket, you’ll want to pack some warm sweaters as weather can be crisp, cold and wet.

Activities

There is plenty to do in Japan during the winter season as you’re never too far away from the snow.
Here are some of the top winter activities:

Skiing

Ski Japan
Japan has plenty of world-class skiing opportunities. And if you think Canada’s slopes had a lot of Australians, just wait till you ski Japan =)
For recommendations on some of the top ski spots, check out this Australian news website’s article Japan’s Best Ski Resorts.

Hot Springs

Winter Japan Onsen
Nothing take the edge off winter like taking a soak in one of Japan’s many natural hot springs.
For a complete list of the best hot springs check out our articles on the Top 5 Ryokan With Private & Public Onsen.

Winter Festivals

Japan Sapporo Snow Festival
If you enjoy seeing the amazing art that can be made out of ice and snow, you won’t want to miss the Sounkyo Ice Festival.
From ice sculpture to frozen water falls lit in various colors, there is plenty to see in this festival that runs from the end of January through to March.
The small town of Sounkyo can be found in Hokkaido.
Also, be sure to head over to Sapporo (also in Hokkaido) to see the famous 7-day Sapporo Snow Festival. Highlights include huge snow and ice statues and figurines. The festival starts in February. This years (2011) dates are February 7 – 13.

Winter Photos from around Japan

And here are a few excellent photos from Flickr to get you excited about winter in Japan:
Japan Winter
Japan Winter
Japan Winter
Japan Winter
Japan Winter
Japan Winter

 its really beautiful right ????